Активность

  • Duncan Avila: новый статус 5 месяцев, 2 недели назад

    Film horor termasuk genre film paling laku dan diminati oleh sekitar besar warga dunia. Terbukti, setiap tahun selalu siap minimal tunggal film kecemasan yang merembes dalam legiun box office. ‘Goosebumps’, ‘Insidious’, dan ‘The Conjuring’ misalnya, seringkali dikenal dengan sebagai film horor paling mengerikan sepanjang ini. Sedangkan kalau disamakan dengan makhluk gaib Indonesia, puguh tidak ada apa-apanya. Film kecemasan luar teritori bisa dibilang lebih mengagetkan daripada menakuti. Sementara film Indonesia, aktual dengan mengandalkan bentuk fisik dari si hantu selalu sudah membuatnya menyeramkan.

    Tamadun ‘horor’ Indonesia lebih banyak terpengaruh oleh urban legend serta kisah samar yang lebih-lebih bisa memperkukuh bagian kecek dan memperkaya adegan-adegan film. Sedangkan film horror Hollywood lebih segar dan suntuk dari point supranatural. Kalau hantu-hantu aku terinspirasi mulai kisah terlihat, bukannya seharusnya industri film horor Nusantara juga sanggup meledak / minimal kolektif dengan film horor milik Hollywood akur? Atau minimal Thailand sepertinya. Lalu, menurutmu industri perfilman horor teritori ini terselip masalah segalanya?

    1. Sebutlah sosok Kuyang yang waktu ini menggemparkan kelompok Kalimantan. Mengikuti kisahnya aja sudah bikin siapapun histeria

    Di Nusantara begitu banyak legenda hantu yang masih eksis muncul kini. Katakan ‘Kuyang’ dalam Kalimantan, jadi siapapun yang mendengar dengan menggigil kepanikan. Di tahun 2017 yang serba modern ini, tatanan Kuyang masih menggemparkan darat Borneo. Dalam Kecamatan Awayan, satu kalendar terakhir dikabarkan bahwa kira-kira warganya sudah menjadi tangkapan makhluk pesugihan ini.

    Makhluk gaib kuyang merupakan wujud oknum wanita dengan organ di dalam yang terburai. Konon usul mulanya, dulu ada seorang wanita yang mendalami kecakapan keabadian. Untuk terus sebagai abadi dipastikan pada silam hari dia akan menyesar menjadi kuyang dan terbang mencari makanan darah bocah maupun lembaga manusia. Sedang di siang hari, dia mau menjadi khalayak biasa. Apa-apa dengan membayangkannya saja engkau masih mampu tidur seorangan?

    2. Belum lagi makhluk gaib perantara macam jelangkung contohnya. Kalau dibandingin sama Annabelle, lebih serem mana?

    Berbicara tentang 2 jenis iblis ini, dua-duanya termasuk iblis perantara, sandi asma bukan rupa setan aslinya. Annabelle ialah tempat temporer roh patut untuk menculik jiwa oknum. Sedangkan jelangkung di Indonesia merupakan perangkat perantara renggangan alam ghaib dan alam manusia. Sekali seumur ribut kamu pasti pernah tergiur untuk memainkannya ‘kan? Setelahnya, kebanyakan bakal mengalami tuturan aneh menyerupai kesurupan lebih dari itu diteror kerap-kerap oleh roh jahat yang dipanggil melalui jelangkung tadi. Kalau menilik filmnya, Annabele hanya duduk serta tersenyum aja. Apa nggak lebih mengerikan jelangkung yang bisa gerak-gerak dan bisa menulis seorang diri?

    3. Kemudian siapa lagi yang bisa mengelak meski seramnya pocong. Penampakan pocong bisa tepat buat orang2 pingsan, dibanding vampir yang kalau bukan meringis tidak tampak taringnya

    Manusia Indonesia mana sih yang nggak waham melihat ‘pesona’ pocong? Pribadi yang telah menyisih dan dikuburkan, kemudian sekiranya bangkit sedang dengan kafan dan berproses dengan cara loncat-loncat. Ini lah potret tampak hantu Nusantara. Konon katanya, si gedembai yang sebagai pocong yakni orang yang telah meninggal serta tali pocongnya lupa dibuka ketika dikuburkan. Oleh karena itu arwahnya kemudian gentayangan untuk memeras tolong agar dibukakan senar pocongnya.

    Karena ‘penampilan’ substansial yang super dekat secara kepercayaan islam, maka hantu ini sempurna menyeramkan. Sementara itu, umat vampir Eropa lain cerita, bagaimana sanggup mereka menjalankan vampir yang bisa menaksir dan mencari mangsa khalayak sebagai pasangannya? Biarpun hantu, mereka uli, kuat, dan keren. Jika masalah sapa yang kian seram, pocong jelas unggul mutlak ‘kan?

    4. Penampakan kuntilanak beserta rambut lama dan ketawa khasnya, bisa membuat siapapun kencing di celana.
    film horor indonesia terbaru Peri barat menyerupai Bloody Mary yang rileks atau lebih dari itu tak mangap, bukan tandingannya

    Hingga sekarang, orang yang melihat penampakan kuntilanak jelas akan memanggil bahwa dia adalah dara dengan wajah mengerikan, berambut panjang & gaun putih super vulgar. Hantu itu dikenal senang menggoda karet laki-laki kasar. Konon, kuntilanak ialah cewek yang meninggal saat prosedur melahirkan. Penampakannya akan tampil dari untuk pohon & bersemayam mengacau bangunan yang belum menjadi atau lambat tak ditinggali.

    Jangankan tahu sosoknya, mendengar tawa dan senandungnya selalu pasti bikin kamu tak bernyawa rasa. Selama itu, di barat siap sosok Bloody Mary yang katanya dapat muncul di depan cermin jika namanya dipanggil tiga kesempatan. Kalau dia harus merindukan panggilan, kiranya kuntilanak yang bisa dateng kapan saja lebih serem ya?

    5. Ah jika film kecemasan negeri tersebut jauh dari adegan semena-mena dan digarap lebih betul-betul lagi, sepertinya bisa menerima apresiasi universal

    Kalau di dalam hal penjelajahan cerita & wujud peri, Indonesia dapat dibilang kian kaya. Lalu kenapa tak bisa lebih unggul atas Jepang / Thailand sekadar misalnya? Apa-apa nggak disayangkan, ketika belakangan film kecemasan negeri ini seolah telah disabotase aura mistisnya dan lebih condong kepada model horor yang diselimuti perempuan-perempuan seksi pada dalamnya?

    Sebutlah film kecemasan Indonesia kala 1980-an yang seringkali dimainkan oleh Suzzanna, ‘Sundelbolong’, ‘Malam Satu Suro’, ‘Malam Jumat Kliwon’, & ‘Beranak Di Kubur’ contohnya. Film-film ini nampak lebih baik dibanding film horor Indonesia lainnya di mutakhir. Bisa jadi sebab penggarapannya yang lebih perdata, sehingga punya kemampuan menakuti yang lebih tinggi. Dan setelah mendapati tidur panjang cukup lapuk, gairah film horor negeri ini balik bangkit tahun 2001 dengan film Jelangkung yang sanggup dibilang semua berhasil pun.

    Lalu pertanyaannya adalah, kenapa berbagai kebijaksanaan lokal orang beragamnya iring-iringan pemakaman, partisipasi ustadz sebagai pengusir lelembut, atau peri yang hingga sekarang masih kadang kala meneror wong seperti Pejajaran, Kuyang, Palasik tidak bisa digarap secara kuat?